Senin, 16 Mei 2011

IMAN



       I.            Pengertian dasar Iman, Kufur, Nifak, Fasik, Syirik, Khurafat, dan Tahayul
a.       Iman
Iman secara etimologi berarti at-tashdiq yakni pembenaran. Sebagaimana dimaksud dengan kata Mukmin dalam surat Yusuf:


17.  Mereka berkata: "Wahai ayah kami, Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar."(QS. Yusuf:17)

Ssedangkan iman secara terminology berarti pembenaran atau pengakuan hati dengan penuh yakin tanpa ragu-ragu akan segala apa yang dibawa oleh Nabi saw. Yang diketahui dengan jelas sebagai ajaran agama yang berasal dari wahyu Allah SWT.

b.      Kufur
Kufur merupakan kebalikan dari pada iman, secara etimologi berarti menutupi. Sedangkan orang yang kufur disebut kafir, yaitu orang yang menutup hatinya dari hidayah Allah SWT. Malampun dapat disebut kafir, karena malan menutupi orang dan benda-benda lain dari dengan kegelapannya.

            Menurut Syara kufur terbagi menjadi dua, yaitu:
                                                        i.            Kufur Akidah, yaitu mengingkari akan apa yang wajib diimani, seperti iman kepada Allah, Para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Para Rasul-Nya, Hari Akhir, dan yakin dengan Qodha dan Qadar baik dan buruknya. Allah SWT berfirman:



136.  Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. Annisa: 136)

                                                      ii.            Kufur Amaliah, yaitu tidak menyukuri yang telah Allah berikan kepadanya. Allah SWT. berfirman:
12.  Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

c.       Nifak
Nifak ialah memperlihatkan sesuatu yang berlainan dengan apa yang ada di batinnya. Contoh, orang yang mengaku sebagai seorang mukmin padahal dihatinya atau Batinnya masih sebagai orang kafir.
Nifak terbagi dua:
                                                        i.            Nifak Akidah, yaitu seseorang yang beriman lahirnya saja dengan sekedar mengucap uda kalimat sahadat sedangkan hatinya tetap mengingkari ucapannya itu. Allah Swt. berfirman:

145.  Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. Annisa: 145)

                                                      ii.            Nifak Amaliah, yaitu orang yang termasuk dalam golongan maksiat yang tidak membuat orang mukmin menjadi kafir. Sabda Rasul saw:

آية المنافق ثلاث: اذا حدث كذب واذا وعد اخلف واذا اؤتمن خان (الحديث)
“tanda-tanda orang Munafik itu ada tiga: apabila ia berkata ia dusta, apabila ia berjanji ia mengingkari, dan apabila ia dipercaya ia berkhianat” (HR. Bukhari Muslim)
  
d.      Fasik
Fasik ialah Mukmin atau orang islam secara sadar melanggar ajaran Allah swt., atau orang tersebut percaya akan adanya Allah, percaya akan kebenaran islam yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw., tapi dalam tindakannya mereka mengingkari terhadap Allah dan hukuman-Nya, selalu berbuat kerusakan dan kemaksiatan. Allah swt berfirman:


27.(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi mereka Itulah orang-orang yang rugi.(QS.Al-Baqarah: 27)

e.       Syirik
Syirik yaitu mempersekutukan Allah swt. Dengan sesuatu yang lain. Syirik berarti mempercayai kekuatan yang besar selain dari Allah swt. Islam sangat menentang kepercayaan yang merusak kemurnian akidah, karena substansi atau isi kepercayaan telah terasa dengan yang lain/tercampur. Allah swt menegaskan dalam Al-Quran bahwa syirik merupakan dosa yang besar, sehingga orang yang menyekutukan-Nya tidak akan diampuni dosanya.

13.  Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(QS. Luqman: 13)

Syirik terbagi menjadi 2, yaitu:
                                                        i.         Syirik jali, yaitu suatu tindakan mendualismekan kekuasaan, kekuatan atau kemudharatan kepada selain Allah Swt. Contoh, orang-orang yang memercayai mitos-mitos, tahayul, khurafat, dll.
                                                      ii.            Syirik khofi, yaitu munculnya kekuatan diri merasa besar, agung, terhormat, sehingga kebesar kebesaran Allah swt. Menjadi terabaikan/terlupakan. Contoh: ria, takabur, dll

f.       Khurafat
Khurafat secara etimologi (dalam kamus munawir) ialah hal yang berkenaan dengan kepercayaan yang tidak masuk akal, selain itu khurafat dalam islam ialah semua cerita sama ada rekaan atau khayalan, ajaran-ajaran, pantang-larang, adat istiadat, ramalan-ramalan, pemujaan atau kepercayaan yang menyimpang dari ajaran islam.
Berdasarkan pengertian diatas, khurafat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka merupakan satu bentuk khurafat.

g.      Tahayul
Tahayul secara etimologi berasal dari kata khoyal yang berarti: apa yang tergambar pada seseorang mengenai suatu hal, baik dalam keadaan sadar ataupun bermimpi. Tahayul terbagi dua:
                                                        i.           Kekuatan ingatan yang terbentuk berdasarkan gambar indrawi dengan segala jenisnya, seperti pandangan, pendenganran, penciuman, dll.
                                                      ii.           Kekuatan ingatan lainnyayang disandarkan pada gambar inderawi, kemudian dari satu unsur menjadi sebuah gambar yang baru. Gambar baru tersebut bisa jadi satu hal yang benar-benar terjadi atau yang diluar kebiasaan (kemustahilan). Seperti kisah seribu satu malam, nyi roro kidul, dan cerita khurafat lainnya. Tahayul diartikan juga: percaya pada sesuau yang tidak benar(mustahil), tahayul merupakan bagian dari khurafat.
Firman Allah swt:


3.  Ingatlah, Hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(QS. Az-Zumar: 3)

0 komentar:

Posting Komentar